Sabtu, 13 Februari 2010

jerawat

kau limpahkan rasa gatal pada kulit muka halusku
merayap hingga kugoreskan jari manisku
sampai sedikit merasakan rasa sakit itu
kutakpedulikan itu
sampai kutertidur pulas


jerawat
saat kubangun pagi
disambut teriakan ayam tetangga
yang kemarin kuambil telor nya
kini dirimu membesar
mengontrak liang hidungku
sakitnya amat sangat

jerawat kau hiasi hari hari ku
dengan rasa malu dan kaku
ku pandangi wanita wanita yang tak berjerawat
ingin kudekati
tapi kau menghalangiku
dengan tumbuh di bawah mataku
jerawat kapan kau habis kontraknya denganku

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ New Post Old Post ►
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Copyright 2012 PUISI CINTA TERINDAH: jerawat Template by Bamz | Publish on Bamz Templates