Senin, 14 Maret 2011

curhatan kekasih

Kamu..
pada saat aku mulai mengenalmu..
pada saat aku mulai menyukaimu..
aku merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku..
rasa nyaman yg tak dapat di gambarkan..
ingin rasanya terus bersama kamu..
bercanda tawa gurau dengan senyuman di wajahmu untukku..

Mungkin ini adalah rasa dari hatiku.. cinta..
BUKAN.. tp dari tulang rusukku yg hilang satu di sebelah kiri.. aku rasakan tepat disitu..
sebuah rasa cinta yg amat sangat.. entah darimana.. aku hanya lungluai dan ingin membahagiakan kamu..
kamu adalah salah satu bagian tulang rusukku..
yg harus menemaniku.. menemaniku di saat sedih, kau menyandarkan kepalamu di dadaku.. marah, kau memeluk aku agar aku tenang.. senang.. kau tertawa menemaniku..
amat bahagia yg kurasakan bersamamu.. walau itu tak dapat langsung aku men-Kontak dirimu,walau sesekali saja aku dapat memeluk mu..
tp dari perasaan kita yg saling berbicara.. yaitu hati disebelah kiriku.. yg selalu memeluk di setiap tidurku dengan doa2 yg kita ucapkan bersama..


sudah lama aku kini bersamamu..
merasakan semuanya bersamamu..
walaupun kau masih bukan Shah sebagai Wanita peneman hidupku..
hanya seorang pacar yg ingin aku nyaman bersamamu..
tp kau selalu berusaha agar dapat menjadi Teman yg sangat Baik dalam hidupku.
yg tak mungkin aku dapat lupakan sampai kapanpun..

Dan Sekarang, walau Hub kita mulai rapuh, mulai banyak tangisan,,
bahkan ada orang lain lagi selain aku yg mulai dapat menggantikan aku dihidupmu..
Tp aku yakin, kamu tak akan tega lakukan itu padaku lagi..
karna aku sudah Melemparkan Setetes Cinta yg TULUS untuk mu dengan kerasnya.
Seakan itu tertancap paling dalam di hatimu..
Agar kamu selalu dapat bersama ku..
dan kita memang sulit dipisahkan.
Hanya sang Penciptalah yg bisa memisahkan kita..
Sekali lagi..
aku ingin kamu menjadi seseorang yg bisa menjadi Diriku.
Menjadi aku..
Dan aku menjadi kamu.


I love u sayang..
sekarang kita coba untuk lakukan yg lebih baik..
yg baik untuk masa depan kita..

Pasti jawaban mu tentang catatanku ini Menjawab dengan nada yg Jutek, Seperti biasa,, atau kata2 yg sering menyakitkan buatku yg sering kamu katakan..
tp tak apa.. karna aku hanya ingin mengungkapkan lagi rasa ini sama kamu sayang.. ^_^
Aku tulus kok cintain Kamu

puisi WS Rendra

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,

bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,

bahwa mobilku hanya titipan Nya,

bahwa rumahku hanya titipan Nya,

bahwa hartaku hanya titipan Nya,

bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?

Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?

Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah

kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,



kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,

aku ingin lebih banyak harta,

ingin lebih banyak mobil,

lebih banyak rumah,

lebih banyak popularitas,

dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,

Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :

aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan

Nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.

Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...

"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"



(WS Rendra).

Jumat, 11 Maret 2011

Sungguhlah indah




Bila sudah tiada lagi kepercayaan... 
buat apa menjalin suatu hubungan... 
tanpa kepercayaan yang terjadi cuma kerenggangan... 
apa memang itu yang di inginkan?... 


 bukankah lebih baik berteman... 
daripada menjalin suatu hubungan... 
tanpa di dasari kepercayaan.... 
yang membuat kita semakin berjauhan.. 

 janganlah membuat ego menjadi landasan... 
karena yang tercipta cuma kebosanan.. 
yang selalu merasa haus akan pasangan.. 
yang bisa memberikan keindahan.. 

berikanlah dia kepercayaan.. 
agar tercipta keharmonisan.. 
yang memberikan kesejukan.. 
disaat kita merasakan kehilangan..

 sungguhlah indah apabila hati merasakan 
kehadiran seseorang yang memberikan perhatian

Kamis, 10 Maret 2011

puisi Sho Hok Gie

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku

Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mendala wangi
ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra

Tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu

Mari, sini sayangku
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
tegakklah ke langit atau awan mendung
kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa”

(CSD, Selasa, 11 November 1969)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu
walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku

aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

“hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya “tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
‘terimalah dan hadapilah

dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu

aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup

Jakarta 19-7-1966

---------------------------------------------------------------------------------------------------------

“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)

“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”

Selasa, 08 Maret 2011

kata kata selamat tidur

sa sebening embun pagi,
walau hati sekelam kabut senja
akankah hangatnya mentari
secerah pelangi usai hujan ?
selamat tidur, sobat
mimpi indah temani dirimu
asa ada dalam kehidupan,
kendala ada dalam langkah
dan cinta ada dalam hati
selamat tidur sobatku,
mimpi indah menyertaimu
dendam, kesal dan kangen
terkadang membawa kegamangan
kata hati membawa sembilu
selamat tidur dalam peraduan nyaman
seiring doa dariku, sobat
sebening embun pagi,
secerah mentari sore,
ketika hati ini tersenyum
untuk sekejap
selamat istirahat, kawan karib
semoga tidurmu lelap
bersama mimpimu
biduk berlalu
tepian tak bergeming
mentari meredup
sembunyikan sinarnya
seiring ode malam
menghantar ke peraduan
selamat malam sobatku,
moga esok lebih baik
fajar kan bersinar
seiring dengan rasa rindu
yang menyelimuti hati
walaupun hanya
sepenggal
namun berarti banyak
selamat tidur
doaku ada bersamamu
lembayung senja memudar
berganti dengan desah angin malam
ketika sang pujangga
melantunkan ode malam
selamat tidur
moga minggu ini kan bawa
berkah-Nya untukmu
rasa nyaman itu
tak bisa hilang,
asa itu memudar
seperti bara yang
kehilangan panas,
pelita itu masih
ada walau redup
selamat tidur
semoga indah
bunga tidurmu
mendung menggantung
tanda nyanyian hujan kan datang
rindu masih ada
dan cemburu menemaninya
ketakterwujudan adalah sakit
yang tertunda
terimalah rindu dan cemburu
untaian kata terjalin
kalimat tak bernada
menggapai rasa rindu
dalam bayang malam
bersama kecewa dalam buaian
selamat tidur, doa dan salamku
untukmu
ketika fajar kembali ke peraduan
dan angin malam berdesir
menyanyikan lullaby tidur
hati ini bergejolak
menahan rindu dendam
selamat malam
moga tidurmu lelap
secangkir bahagia
setitik awal
langkah perlahan
adalah
awal dari asa yang tertunda
met bubu
gempita musik seakan menghalau duka
bingar suara bicara seakan mengundang asa
lekuk tubuh sang penari mengajak cinta
tidurlah dalam damai
esok jelang dengan asa
kala kegalauan singgah dalam dada
kala gamang menjadi teman berduka
sang penyair rebahkan khayalan
moga hari ini kan cepat
melintas batas
mentari kan bersinar
embun pagi mengupas hati
mengharap asa kan bersemi
selamat tidur
semoga minggu ini lebih baik
dan bawa berkah untuk kita
cinta yang kau bangun
di dalam hatiku
perlahan-lahan tlah kau
runtuhkan sendiri
jatuh air mataku
untuk tiap kepingnya
puas tangisku
di reruntuhan puingnya
kaulah yang tlah membangunnya
kau jugalah yang berhak
mengambilnya
tak ada hakku untuk melarang
kau ambil apa yang menjadi
milikmu
desir angin menyampaikan salam
bintang seolah tersenyum
buana beristirahat
selamat malam
moga buaian peraduan melelapkan dirimu
selamat tidur
semilir angin malam berbisik
ketika rembulan naik ke tempat yang tinggi
sang hamba melantunkan doa
semoga diberi perlindunganNya
selamat tidur, doaku menyertaimu
lembayung senja membayang di pelupuk
kala burung-burung kembali ke sarangnya
lelap berselimut mimpi
kelam berkawan damai
terima kasih atas puisi yang indah
pandangan itu selalu tersenyum
langkah tak berarah seolah mengajak pergi
sisa purnama seakan menggoda hati
selamat tidur
lelaplah bersama bunga tidurmu
waktu berjalan meniti hari
ketika bintang pacarkan terang
walaupun kecil namun memberi arti banyak
selamat tidur
semoga esok kan jelang bahagia untukmu
kelam kan berlalu
mendung menepis duka
seakan doa terjawab
berkah fajar akan kemurnian hati
met bubuk
ketika hati terketuk
ketika pelangi berbias cinta
ketika kasih berbenih rindu
hati ini hanya diam dalam suka
met bubuk
layaknya hari,
segala yang berawal
pasti kan berakhir
jutaan benih cinta
lahir di hari ini
jutaan lainnya mati
kekeringan
salah satunya adalah milikku
maka kuucapkan selamat tinggal
kepada hari ini dan kujelang
hari esok
tanpa cinta …
selamat malam ….

puisi selamat tidur

Disampingmu terasa indah.

Oh Tuhan,
Datangkan dia untukku.
yang selalu kutunggu.
Met bobo sayang…

***
Doa yang kukirim kepadamu
telah menjelma kupu-kupu.
Bila nanti dalam tidurmu
kau lihat kupu-kupu itu
Biarkan ia hinggap di mimpimu.

***
Rasa cintaku takan pernah padam.
Aku sayang kamu..
Seperti bintang yg slalu setia menemani bulan.
Cintaku…
Tidurlah dengan senyuman indahmu.
Karena ku kan slalu menjaga tidurmu.
Dan menemanimu agar mimpimu selalu sempurna besamaku..

***
Kutatap indahnya gelap malam bertabur bintang,
Memancarkan sinar elok berkerlipan..
Rembulan yang muncul dari awan bawakan sinar kerinduan..
Daun kelapa yang melambai2,
Beriku benih cinta kan abadi..
Kan kulupakan semua yang dulu kualami.
Kutingalkan jalan liku berduri.
Kusambut engkau bidadari..
Kan kutemani hinga mentari berpijar lagi..

***
Pejamkan matamu bersama hening malam..
dan petik lah bunga mimpi dengan jemari tanganmu..
Tidur lah dalam sejuta mimpimU..
Sampai pagi datang menyapamu dengan senyuman d’bibirmu..
Good night my love..

***
Mimpimu malam ini ku harap indah.
Seindah apa yang kau lihat saat bunga2 merekah..
Di taman mimpimu berteman dengan para peri.
Merasakan Keharuman bunga2 tak berduri..
Semoga harapan esok kan terwujud nyata.
Mengiringi angan yang selama ini menyapa..
Semoga bunga hatimu senantiasa tersirami oleh sejuta kasih sayang.
Dan kan tetap mekar,
Menyebarkan keharuman yang takkan pernah hilang..
Selamat tidur sayang..

***
Selamat malam bulan..
Terangilah malam ini agar tak lagi suram..
Selamat malam bintang..
Temanilah malam ini agar hati menjdi tenang..
Selamat malam sayang..
Tidurlah yang nyenyak dan mimpikanlah aku datang..
Hadir dalam surga mimpimu dan temanimu sampai pagi menjelang..
Aku sayang kamu..

Minggu, 06 Maret 2011

puisi patah hati

Indahnya janji yang pernah terikrar
Manisnya cinta yang pernah tercipta
Bagaikan mimpi yang tak pernah berakhir
Sejak kau gantung cinta ini

Meski bibir tak mampu berucap
Meski mulut tak mampu berkata
Namun bulan dan bintang telah pahami
Betapa tulus cinta ini untukmu

Jika rindu ini menjenuh kanmu
Jika sayang ini menyakit kanmu
Jika cinta ini membuatmu menjauh
Aku rela engkau membenci cintaku

Bukannya hati ini tak sakit
Bukannya hati ini tak hancur
Bukannya hati ini tak perih
Hanya kepasrahan yang mengiringi

Terimakasih cintaku
Untuk kenangan yang pernah kau beri
Satu ikrar untukmu
Tak akan kumencari pengganti

Kamis, 03 Maret 2011

puisi romantis

Apa kabar sayangku
Kau yang nun jauh di mata
Kau yang tak pernah aku lihat lagi

Senyum mu... Tawa mu dan aroma tubuh mu
Tak kan pernah hilang di hatiku
Takkan pernah kubiarkan cinta mu tenggelam
Hanya karna jarak yang membuat kita tak bersama lagi

Ingin ku rajut kembali asrama sperti yang dulu
Disaat kita selalu mengungkapkan isi hati kita
Disaat kita berbagi suka duka

Andai saja ku bisa mengubah takdir ini
Takkan ku biarkan kau pergi jauh dari ku
Takkan ku biarkan kau menghilang dari pandanganku
Ku ingin kau kembali di sisiku....

Semoga cinta kita takkan pernah pudar
Seiring berjalannya waktu
Semoga Kau dan aku tetap menjadi satu
Walai cobaan ini terasa berat....

Biarkan cinta kita tetap menyatu
Meskipun kita tak bisa mengungkap isi hati
Biarkan Jarak menjadi penghalang mata kita...
Tetapi Hati kita takkan pernah berpisah....
◄ New Post Old Post ►
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Copyright 2012 PUISI CINTA TERINDAH Template by Bamz | Publish on Bamz Templates