Selasa, 03 November 2009

Ingin Ku Katakan

Meresap angan di dinding hati
Mencoba dekati sejuknya hatimu
Mencoba meraih manisnya senyummu
Di setiap menit senyuman darimu

Disaat kekosongan melanda hatiku
Berkelana mencari dirimu yang t’lah pergi
Dalam desir desir mimpi…
Kuterus terbayang akan dirimu
Di saat bisikan angin melelapkan ku
Kurasakan sejuknya angin yang membelaiku

Tak ingin kulepaskan dirimu
Tak ingin membiarkan kekosongan di hatimu
Akupun masih berharap…
Kau mau menjadi milikku…

Hanya keajaibanlah yang mungkin bisa…
Membuat dirimu menyukai diriku…
Ku langkahkan kaki ke arahmu…
Terasa berat ...

Ingin kuperdengarkan sesuatu…
Sesuatu di daun telingamu…
Kata kata yang ingin terlontar dari bisikan hati ini
Kata kata yang tertimbun di hati ini

Namun aku adalah penakut yang pengecut
Mendekatimu membuatku gugup
Mengahampirimu membuatku kecut
Dan mengatakannya membuatku redup
Karena aku ingin mengucapkan tiga kata untuk dirimu
Aku Suka Padamu…

Dia Yang Disana

Dia yang di sana menyimpan erat sejuta luka
Dalam jiwa yang merana, di lubuk hati yang terluka
Dia yang di sana ingin kulihat kembali ceria
Hilangkan sedih dan dukanya karena dia sedang terluka

Dia yang disana kini hilang entah kemana
Tanpa kabar entah dimana karena dia sangat terluka
Dia yang di sana berduka karena cinta
Kasih yang tercinta telah berubah hatinya

Dia yang di sana terbujur kaku wajah manisnya
Akhiri hidup sia sia...
Kini dia telah tiada...

Aku Selalu Mencoba

Aku mencoba menghampirimu…
Mencoba mendekatimu…
Dan mencoba menyusup ke hatimu

Saat ku mencoba memandangmu…
Tersenyumlah engkau dengan berjuta pesonamu
Tertawalah engkau dengan ratusan bahagiamu

Saat ku berada di dekatmu…
Pelan pelan kumulai merasa bimbang
Aku mulai merasakan takut
Dan mulai merasakan gentar

Entah apa yang kurasakan
Entah apa yang kuhayalkan
Merasa kau adalah kekasihku
Merasa kau adalah milikku

Kucoba memegang erat halusnya tanganmu
Mencoba menyentuh indahnya dirimu
Mencoba mendekap hangatnya pelukmu

Dan kau…
Apakah yang kau rasa…?
Apakah yang kau hayal…?

Disaat ku bersamamu…
Terasa getaran getaran menyelimuti jiwa ini
Terasa jutaan kicauan burung terdengar di telinga ini…
Dan terasa berada di timbunan salju

Hari demi hari…
Coba dekati dan menghampiri…
Menit demi menit coba tuk memandangmu…
Dan detik demi detik mencoba merasakan jiwamu…

Dan aku…
Ingin dirimu selalu berada di dekatku…
Aku…ingin selalu berada di sampingmu..

Saat kau berada di sampingku…
Dunia seakan akan terasa damai…
Pohon pohon seakan akan terasa melambai lambai
Anginpun terasa seakan akan membelai…
Saat kau berada di sampingku, entah apa yang kurasa
Detak jantung mulai belari lari…
Hati mulai terasa gelisah…
Dan pikiran mulai terasa melayang layang…

Saat kucoba menyentuh tanganmu…
Hati mulai berontak tak ingin tetapi tetap terpikirkan…

Sesaat kita bersama…
Menjadi teman yang akrab…
Bersama sesaat kau coba sudahi…
Tak ingin aku ada di sampingmu…

Aku yang selalu ingin berada di hatimu
Mencoba membuat diriku merasuki jiwamu
Aku t’lah mencoba apa yang dapat aku coba
Dan ingin mendapat apa yang dapat kudapatkan darimu

Walau ku tak tahu pasti siapa dirimu…
Namun aku selalu pasti bagaimana isi hatimu
Karena kau selalu berada di hatiku
Dan menjadi bagian dari setiap desah nafasku
Dan kau menjadi musik dalam hidupku…

Lewat tatapan matamu..
Padamkanlah sejenak risau hati ini
Redupkanlah jiwa raga ini…karena kutahu…
Hanya engkaulah yang bisa melakukan itu semua…

SEBUAH SURAT

Pintu kamar ini telah tertutup
Jalan itu tinggal kerikil dan debu
Hujan yang datang tiba-tiba…
Kitalah yang terhempas di pantai
Dan mencatat atas nama pencarian cinta

Yang kita ketahui bagai pelayaran…
Akan kembali ke pelabuhan menuju jalan diri
Demikianlah aku akan menulis padamu…
Dari kamar ini yang sering menyaksikan pernyataan hidupku

Tetapi entah untuk ke berapa kali surat ini tertutup…
Dan diam…dengan keinsafan daun-daun luruh…
Menghentikan impian subuh

Maafkan Aku

Kegundahanku coba menghantuiku
Kerisauan ku coba tuk melupakanmu
Maafkan aku yang membenci dirimu.
Ku tak ingin ini terjadi tapi haruslah terjadi juga

Maafkan aku yang tak ingin menyapa dirimu
Ku tak ingin terluka oleh keangkuhan sikapmu itu
Derita yang kutahan melukai jiwa ini…
Luka yang kau berikan…
Meninggalkan setiap semangat hatiku…

Mengapa engkau angkuh kepadaku…?
Menepiskan semua pertanyaanku…
Meninggalkan kesendirianku…

Kau takkan pernah bisa untuk menjawabnya!
Karena engkau tak ingin menjawabnya…
Ku ingin melupakan dirimu
Menghapus semua kenangan tentangmu
Dan menyendiri untuk melupakanmu

Tetapi…
Buanglah tatapanmu dariku…
Yang kan membuatku ingat dirimu kembali
Yang kan melukai batinku lagi…
Dan yang kan mengusik mimpi mimpiku kembali

Kau terlalu angkuh tuk kutemani…
Terlalu sombong tuk kudekati…
Terlalu munafik tuk ku berbagi…

Maafkan aku…
Aku hanya ingin kau mengerti tentang risau hati ini
Dan buanglah angkuhmu untuk diriku…
Yang kerap kali melukai jiwa ini

Aku ingin kau kembali…
Kembali pada diri ini…
Karena aku…

Tanpa Kau Fikir

Tahukah kau…
Suara ombak di tempatku berbeda dengan di tempat mu
Begitu jua saat fajar sinarannya berbeda di saat senja…
Dan semua itu membuat hati ini bertanya…
Kenapa harus ada derita bila bahagia tercipta…
Kenapa membedakan sang hitam bila putih menyenangkan…
Kenapa kau ajarkan aku bahagia, kau berikan aku derita

Atau Mungkin…
Senja kan tiba diperaduan yang tak berharap
Cahayanya menerangi batas-batas penderitaan
Pada malam yang tak berbintang dan fajar yang muram
Tanpa kepastian dari bekas-bekas yang tertinggal
Meraba kedalaman hati yang telah kosong kemudian menghilang
Yang telah hanyut dibawa ombak

Kini…
Sanggupkan aku berjalan dalam kegelapan…
Sebab lentera kehidupan telah kau tiup…
Berlalu saat kau menghilang begitu saja…
Tanpa ada sebuah kata yang bertahta dihati…
Hanya perbedaan dan perubahan yang ku tak tahu…
Kemana arah dan kemana tuju…
Yang kau lempar sambil menutup mata…
Tanpa kau fikirkan.

Doaku Buatmu Kasih

Kasih…
Telah ku pendamkan perasaan ini…
Jauh di lubuk hati
Pasti takkan ada yang tahu
Hendak ku ungkapkan terasa malu
Andai cinta ditolak…hati akan terluka
Lalu ku doakan buatmu kasih
Agar terbuka pintu hatimu
Menerima diri ini seadanya

Doaku buatmu kasih…
Jangan diacuhkan perasaanku ini
Hati bergelora…
Jantung berdegup kencang
Tatkala kutatap wajahmu

Hendak disapa…
Lidah kelu…bisu seribu bahasa
Lantas hanya sebuah senyuman…
Penuh ikhlas kulemparkan padamu
Namun, apa ada pada senyuman…?
Jika hati ini memberontak duka
Kasih yang dipuja tak mengerti

Maka ku doakan buatmu kasih
Agar lembutlah hatimu
Untuk menerima rinduku ini
Sebagai pengobat segala resah di dada
Agar terbuka pintu hatimu
Untuk menerima cintaku…
Yang kian hari kian payah kupendam

Aku hanyalah lelaki biasa yang ingin dicinta
Dan hanya kaulah yang bisa menggetarkan duniaku
Namun, kadangkala hati rasa sangsi
Diakah takdir ku?

Harapan Yang Tak Abadi

Gelap sudah…
Kini tak ada lagi seberkas cahaya penerang
Hilang…hilang dan sirna sudah…
Hanya kesunyian memecah tabir kehidupan…
Bersama rentang mimpi yang tak penah ada
Dalam langkah yang telah gontai…
Hanyut terbawa duka yang tak terobati

Cinta…
Kini tak ada lagi, sebab malam tak bertanda…
Dan siang tak bercahaya, tertunduk malu dibalik awan
Hanya angin yang datang mengejek
Lewat serpihan debu-debu yang berterbangan

Kenangan…
Kini hanya sepantas angin berlalu…
Tinggalkan kehampaan dengan segumpal rindu dan kecewa
Hanya derita tanpa penawar…
Yang terbalut sekeping hati yang telah patah

Semuanya hanya kosong…
Menggambarkan berjuta harapan yang tak abadi
Semuanya hanyalah sebuah titipan…
Yang tak guna untuk disesali…
Berawal saat fajar, berakhir dikala senja
◄ New Post Old Post ►
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Copyright 2012 PUISI CINTA TERINDAH Template by Bamz | Publish on Bamz Templates