Selasa, 03 November 2009

KEKASIH

Akan kupintal buih-buih menjadi tali mengikatmu
Akan kuanyam gelombang-gelombang…
Menjadi hamparan ranjang tidurmu

Akan kutenun awan-gemawan…
Menjadi selendang menudungi rambutmu
Akan kujahit bayu gunung menjadi baju pakaian malammu

Akan kupetik bintang timur…
Menjadi bingkai menyinari hatimu
Akan kujolok bulan gerhana menjadi selimut mimpimu
Akan kurebahkan matahari menjadi laut malammu
Menghirup sekar madumu

Kekasih, hitunglah mimpi yang membunuh reality…
Dengan syurga ilusi

Dibalik Penantian

Penggalan kisah yang menanti
Berjalanlah dalam pelupuk desah…
Yang merayap ditepi dinding hati yang sepi

Berjalanlah demi sepenggal waktu dan sedetik kisah…
Tertuang dalam detik yang berdetak…
Dan rintihan yang terukir dalam detik yang menanti
Merajai sepi yang menepi, ditepi balutan tulang kisah kasihku

Aku tak pernah terasingkan…
Walaupun terasing telah mengasingkanku
Aku tak pernah terpuruk…
Walaupun keterpurukan telah memurukku

Aku hanya memendang tanpa keinginan untuk melihat
Kosong memang, tapi aku telah menemukan sesuatuku
Kecil memang, tapi dia yang menuntunku menemukan keindahan.

Jangan menangis sayang

Air matamu bak hujan turun…
Menghibakan lagi perasaanku
Keringkan pipimu, sayang…
Usah benarkan tangisanmu tercetus lagi di wajahmu
Walau terpaksa menangis di dalam hati…
Lebih baik begitu
Jangan menangis sayang
Perpisahan ini bukan dipinta
Terpaksa kita merelakannya
Yang berlalu biarkan berlalu
Sebenarnya kita tak ditakdirkan bersama
Terimalah kehendakNya, walaupun pahit untuk ditelan
Kita dicipta bukan untuk bersama
Jangan menangis sayang
Kenapa tangisanmu semakin laju?
Tetesan air matamu hanya menyayat pilu hatiku
Lupakan saja kenangan bersama kita dahulu, sayang
Binalah hidup barumu…
Kuyakin kau dapat menempuhinya…
Walau tanpa kehadiranku
Anggaplah pertemuan kita adalah takdirNya
Sekadar menguji kita dan anugerah kasih sayang yang tercipta…
Adalah suatu rahmat dariNya
Sayangku...jangan menangis lagi…
Aku kan tetap menyayangimu biarpun kita berpisah
Ingatan dan rinduku mengiringimu selalu
Doaku kau semoga bahagia selalu bersamamu
Kasihku padamu tak mungkin terpadamkan


CATATAN RINDU


Ia tidak mengira waktu ketika tersebut…
Tetapi yang paling sering apabila hujan rintik-rintik di luar jendela
Beberapa kenangan hinggap di kacanya, tergaris oleh tetesan air…
Tetes-tetes cagar awan semuanya melembutkan perasaan…
Tetapi amat melukakan

Di sebuah pantai mentari jatuh ke muka laut, menyebut keindahan
Di kaki lembayung itu ia menyebut namanya…
Jikalah kau mentari, lautku kering…
Jikalah kau hujan, sungaiku banjir…
Ada suka dan duka pada bicaranya tetapi duka itulah yang lebih…
Mencatatkan rindu

Demikian lama ia menyembunyikan puisi-puisinya
Kecewa atau rindukah tanpa sempat terbaca
Ia telah membakarnya di bawah mentari…
Engkaukah yang pilu atau akukah yang terharu…?
Keharuan itulah yang membakar jiwa…
Tanpa waktu

Pertama kali di dengarnya petikan gitar…
Satu-satunya yang terdengar adalah sayunya bahasa hati…
Dari kepedihan yang tidak terucap, semoga engkau menyadari
Kedewasaan dari cinta yang hancur ada yang lebih sayu dari itu
Apabila semua tetap begini

Ia amat berharap diam tanpa persoalan
Bagai lembayung mengenangnya suatu keindahan…
Bagai awan lembutnya menumpaskan mata, suaranya adalah ilham…
Dialah kelembutan pertama mampir di padang senja
Menentang matanya bagai menahan gelombang
Seperti Tiga Tahun dahulu sebelum ada rindu yang lain…
Telah tercatatkan sebuah rindu

APA GUNANYA

Apa gunanya bicara jika tuturnya mengundang luka…?
Pada hati yang bersedia parah menanggung beban kecewa…
Seribu duka terpendam teramat dalam…

Apa gunanya membujuk jika rajuknya sudah berdarah…?
Mengalir tanpa henti, pekat dan merah…
Hangat memikul sebab teramat ngeri…

Apa gunanya memohon maaf jika maknanya sudah tiada…?
Pintanya terlalu sering atas kesilapan berulang-ulang…
Menjadikan ia pelarian mainan kata-kata teramat murah…

Apa gunanya kesal jika segalanya sudah terlambat…?
Tak mungkin berpaling lagi menyambung suatu kebodohan…
Karena yang berlaku adalah bukti kecurangan…
Yang teramat nyata

You changed my life

Before i met you i hated life
And i felt like there wasn't a reason to live
But then i met you had my life changed
Now i have a reason to live
You even say that you love me
You are an angel sent down from heaven
You brighten my day and I brighten yours
You changed my life
And I never wanna go back to the life before i met you
I think about you every nite and every day
There isn't one moment that i don't think about you
You changed my life



My True Love

Take time and listen
my heart beats 1.2.1.2
for you and only you
always in my mind
its my dream
I will not resign
I love the way you make me feel
Id make a deal
with the lord himself
to conceal this feel
keep it always with me
never to lose touch
you'll be in my thoughts till I die
never to lose something I love so much.
Never to stop talking about what you do to me,
always to let people know what kind of feeling is inside of me,
warm sensation
goosebumps appear
tears in my eyes
I hope you never disappear
its a fear
you could call it a nightmare.
Ill be thinking about you always
right till the day we meet
until that day comes
Ill never forget the day I seen.....
MY TRUE LOVE

Selasa, 06 Oktober 2009

Semua Tak Terlupakan

Waktu Itu Masih Ada
Setapak Janji Masih Tertanam Didalam Cinta
Tiada Yang Mengajariku Mengingatmu
Tiada Pula Yang Mengajariku Mencintaimu

Kini Hatiku Telah Terbakar
Disaat Ku Terbangun Tubuhku Terasa Hangat
Seperti Kau memelukku Disaat Kuterlelap
Kini Cintaku Semakin Membara
Hatiku Membara Oleh Kasihmu

Bagaimana Hatikukan Sejuk
Bagaimana Ku Melupakan Cintamu
Sekian Lama Dan Begitu Jauh
Aku Masih Teringat Padamu
Mengaharapkan Cintamu

Walaupun Lautan Telah Kering
Tidak Pada Cintaku
Senyumanmu…Kata-kata Manismu…Dan Rayuan Cintamu
Masih Tersimpan Dibenakku
Karena Itu Ku Takkuasa Melupakanmu

Hangatnya Cintaku Padamu
Tentu Jua Tak Dapat Kau Lupakan
Beningnya Kasihmu Padaku
Membuat Semua Tak Terlupakan

◄ New Post Old Post ►
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Copyright 2012 PUISI CINTA TERINDAH Template by Bamz | Publish on Bamz Templates