Home » Posts filed under puisi sumbangan sahabat
Tampilkan postingan dengan label puisi sumbangan sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi sumbangan sahabat. Tampilkan semua postingan
Senin, 16 Januari 2012
Sabtu, 14 Januari 2012
Hati berselubung pilu
Hati berselbung pilu
Taktau kemana membawa arah lngkahku
Cinta yng hadir tiadaujung yng pasti
Haruskah ku tetap bertahatuksemua ini
Kaudatng dengn swjuta harapan
Lalukau kini acuh kan
setelahku benar benar bisa mencintamu
Batinku kelu kalaku tau kau duakan cintaku
Kau kini memilih ku
Namun ku tau kau hanya ter paksa tuk semua itu
Haruskah kubertahankan cintamu ini
Mampukah ku melngkah dengan kepalsuan cintamu
Tiada seorng p[un yng tau
Hanya pilu yng menghiasi lngkahku
Haya sepi teman sejatiku
Akhir nya ku hanya mam pu terdiam tuk semua itu
Karna itu lebih indah bagiku
Tukk dapat teng kn hti dan jiwaku
Taktau kemana membawa arah lngkahku
Cinta yng hadir tiadaujung yng pasti
Haruskah ku tetap bertahatuksemua ini
Kaudatng dengn swjuta harapan
Lalukau kini acuh kan
setelahku benar benar bisa mencintamu
Batinku kelu kalaku tau kau duakan cintaku
Kau kini memilih ku
Namun ku tau kau hanya ter paksa tuk semua itu
Haruskah kubertahankan cintamu ini
Mampukah ku melngkah dengan kepalsuan cintamu
Tiada seorng p[un yng tau
Hanya pilu yng menghiasi lngkahku
Haya sepi teman sejatiku
Akhir nya ku hanya mam pu terdiam tuk semua itu
Karna itu lebih indah bagiku
Tukk dapat teng kn hti dan jiwaku
Ya Robi jika ini adalah kehendakmu
Ijinkan hanmba tetp jalan mu
Terngilah hati hambamu ini
agar tetap selalu mendekat kepamu
Medekat ert degn penuh cintakasih mu
Ya Robi
Engkau lah Maha segalanya
ampuni segala dosa hamba Mu Ya Allaah
Berikan Ridho Dan Ampunn Mu
Dan indah bpenuh denga cinta kasih Dari Mu
Ijinkan hanmba tetp jalan mu
Terngilah hati hambamu ini
agar tetap selalu mendekat kepamu
Medekat ert degn penuh cintakasih mu
Ya Robi
Engkau lah Maha segalanya
ampuni segala dosa hamba Mu Ya Allaah
Berikan Ridho Dan Ampunn Mu
Dan indah bpenuh denga cinta kasih Dari Mu
sumbangan sahabat :
Aisyh Gadyz Celara
Jumat, 09 Desember 2011
Ya Robb
Ketika pagi merekah lembut
Merangkul pinus di musim semi yang berkembang tanpa daun...
.Angin yang berhembus di musim dingin
Terasa kalut dan sepi, senyap...
Ya Robb,,
Aku terkadang takut menghadapi masa depan , aq terkadang takut untuk sekedar mencoba hal baru
Aku takut..
Ya Robb
Bimbinglah aq dalam kehidupan ini jangan biarkan aq berada di antara lingkaran setan dan dalam kegelapan rasa
.Musim panas tak selalu menyenangkan
Bagiku sangat mengharukan ..
Musim panas itu ketika aq harus menangis
Ketika semua orang meninggalkanku
Ketika taqdir hrus aq cari
Ketika nasib tak memihakku
itulah hidupku .....
perih tak bersua
Merangkul pinus di musim semi yang berkembang tanpa daun...
.Angin yang berhembus di musim dingin
Terasa kalut dan sepi, senyap...
Ya Robb,,
Aku terkadang takut menghadapi masa depan , aq terkadang takut untuk sekedar mencoba hal baru
Aku takut..
Ya Robb
Bimbinglah aq dalam kehidupan ini jangan biarkan aq berada di antara lingkaran setan dan dalam kegelapan rasa
.Musim panas tak selalu menyenangkan
Bagiku sangat mengharukan ..
Musim panas itu ketika aq harus menangis
Ketika semua orang meninggalkanku
Ketika taqdir hrus aq cari
Ketika nasib tak memihakku
itulah hidupku .....
perih tak bersua
Sumbangan sahabat
azizah arta
d sne q buta,tanpa pelita yg terangi cinta ne
d saat q butuh ssosok penuh arti qw pergi tuk slama x
remuk,mati,menjadi serpihan luka yg t` beraturan
n` andai q bisa tuk lupakan mu mgkin itu hanya smentara
perih,begitu perih q rasa
ada kh qw fikirkn btapa sakit x q relakan mu
remuk jantung q trasa saat qw prgi brlalu
andai qw tw bahwa mustahil lupakan mu
karna q tlah d hukum seumur hidup dlm penjara cinta
d saat q butuh ssosok penuh arti qw pergi tuk slama x
remuk,mati,menjadi serpihan luka yg t` beraturan
n` andai q bisa tuk lupakan mu mgkin itu hanya smentara
perih,begitu perih q rasa
ada kh qw fikirkn btapa sakit x q relakan mu
remuk jantung q trasa saat qw prgi brlalu
andai qw tw bahwa mustahil lupakan mu
karna q tlah d hukum seumur hidup dlm penjara cinta
Sumbangan sahabat :
for u: azizah arta <3
from :zachary "ikhsan the vengeance
for u: azizah arta <3
from :zachary "ikhsan the vengeance
Berontak Hati
dalam lirihnya Angin Malam
bersama hempasan ombak pantai
tak ada satu katapun yang dapat terurai
dari mulut yang penuh dengan 1001 rasa
berontak hati ini...
ingin tuturkan kata-kata sempurna
penuh makna dan Rasa cinta
semoga dapat berlabuh di sana
seiring hilangnya gundah
berontak hati...
ketika kau berkata
aku tak BISA???
bersama hempasan ombak pantai
tak ada satu katapun yang dapat terurai
dari mulut yang penuh dengan 1001 rasa
berontak hati ini...
ingin tuturkan kata-kata sempurna
penuh makna dan Rasa cinta
semoga dapat berlabuh di sana
seiring hilangnya gundah
berontak hati...
ketika kau berkata
aku tak BISA???
Sumbangan puisi :
Penulis : by: Ipunkz SMEKGRIMA
Minggu, 06 Februari 2011
Munafik Abu-abu
Datang dari dalam diri
yang kau tahu hanya satu
walau banyak kelak satu yang kau pilih
tak usah ragu
tak ada yang menjadi sampah
ketika yakin menjadi sahabatmu
sisi munafik kadang terpilih
yakin saja menjadi munafik terbaik
lagi-lagi yakin sahabatmu
munafik pun bisa menjadi cerdas
karena yakin itu yang diizinkan
kenapa ada munafik
karena ada keraguan dan keyakinan didalamnya
jarum suntik menginfeksi mereka
hingga kelak terwujud munafik abu-abu.
yang kau tahu hanya satu
walau banyak kelak satu yang kau pilih
tak usah ragu
tak ada yang menjadi sampah
ketika yakin menjadi sahabatmu
sisi munafik kadang terpilih
yakin saja menjadi munafik terbaik
lagi-lagi yakin sahabatmu
munafik pun bisa menjadi cerdas
karena yakin itu yang diizinkan
kenapa ada munafik
karena ada keraguan dan keyakinan didalamnya
jarum suntik menginfeksi mereka
hingga kelak terwujud munafik abu-abu.
Tak Ada Lagi Udara Yang dihirup
Tak Ada Lagi Udara Yang dihirup
Tak Ada Lagi Detak Denyut Yang Dirasa
Tak Ada Bayangan Yang Menemani..
Diapun Tiba
Sang Pencabut
Semoga Masih Tersadar Untuk Mengingat-NYA
Sebelum Alam Menjadi Baka
Hanya Gelap
Hanya Hampa
Aroma Tanah
Pastikan Dirasa.
Tak Ada Lagi Detak Denyut Yang Dirasa
Tak Ada Bayangan Yang Menemani..
Diapun Tiba
Sang Pencabut
Semoga Masih Tersadar Untuk Mengingat-NYA
Sebelum Alam Menjadi Baka
Hanya Gelap
Hanya Hampa
Aroma Tanah
Pastikan Dirasa.
Koma Hidup
Terjerembab sepi,
Terjerat Asa Yang Putus
Tak Ada Ucapan Selain Kesah Yang Mendalam
Terjebak Cacian Yang Menghakimi
Aku Padam...Aku padam
Tidak !!! Aku Hanya Pingsan
Pingsan Yang Membutakan
Pingsan Yang mencerdaskan
Tak Ada Yang Tak Terjawab
Karena Sang Maha Sutradara Sudah Menorehnya
Syaraf-Syaraf Otak Tak bisa Lagi Menampungnya
Saatnya Segumpal Daging Yang Memaknai
Akan Hidup, Akan Koma
Sebuah Hidup, Sebuah Koma
Kapankah Aku kan Tersadar.
Tersadar Hidup
Atau
Tersadar Koma
Terjerat Asa Yang Putus
Tak Ada Ucapan Selain Kesah Yang Mendalam
Terjebak Cacian Yang Menghakimi
Aku Padam...Aku padam
Tidak !!! Aku Hanya Pingsan
Pingsan Yang Membutakan
Pingsan Yang mencerdaskan
Tak Ada Yang Tak Terjawab
Karena Sang Maha Sutradara Sudah Menorehnya
Syaraf-Syaraf Otak Tak bisa Lagi Menampungnya
Saatnya Segumpal Daging Yang Memaknai
Akan Hidup, Akan Koma
Sebuah Hidup, Sebuah Koma
Kapankah Aku kan Tersadar.
Tersadar Hidup
Atau
Tersadar Koma
Kematian Yang Mendasar
Mengangkangi Norma
Mendzalimi Makna yang Tersirat
Meremukkan Qalbu Putih Menjadi Kelam
Nurani Terpasung Kerakusan-Kerakusan Yang Menjilat
Kecerdasan Membabi Buta Menghakimi Sesuatu
Kerinduan Kafir, Kerinduan Dosa,
Kerajaan Munafik Tertawa, Mengeluarkan Hasrat yang Menipu
Kepuasan Hampa Membutakan
Melayang Bersama Ketidakberdayaan
Lemah Lunglai Teriringi Air Mata
Memandang Fana Yang Nyata.....
Oh Diriku....Engkau Kenapa?
Kenapa Seperti Ini?
Kau Tahu?....
“Itulah Sosok Kematian Yang Mendasar!!.
Jawab” Sang Diri”.
Mendzalimi Makna yang Tersirat
Meremukkan Qalbu Putih Menjadi Kelam
Nurani Terpasung Kerakusan-Kerakusan Yang Menjilat
Kecerdasan Membabi Buta Menghakimi Sesuatu
Kerinduan Kafir, Kerinduan Dosa,
Kerajaan Munafik Tertawa, Mengeluarkan Hasrat yang Menipu
Kepuasan Hampa Membutakan
Melayang Bersama Ketidakberdayaan
Lemah Lunglai Teriringi Air Mata
Memandang Fana Yang Nyata.....
Oh Diriku....Engkau Kenapa?
Kenapa Seperti Ini?
Kau Tahu?....
“Itulah Sosok Kematian Yang Mendasar!!.
Jawab” Sang Diri”.
Rabu, 03 Maret 2010
untitled
pernahku rasakan rasa ini
tapi tak sedalam bersamamu
jika kelak perasaan ini kan tetap di hati
ku mohon jangan pergi dariku
ku ingin selalu dekatmu
berbagi rasa tentang apa yang ku rasa
meski kini terlambat bagi ku tuk memilikimu
meski perlahan tak menentu
tak sempat ku katakan cinta
tak sempat ku katakan aku sayang kamu
tak sempat hati ini
terisi oleh seseorang yang benar-benarku cinta
tak dapat ku mengerti
tentang apa yang sekarang ku rasa
begitu bimbang
seakan hempaskan rasa perih yang mendalam
by : bambang herianto
tapi tak sedalam bersamamu
jika kelak perasaan ini kan tetap di hati
ku mohon jangan pergi dariku
ku ingin selalu dekatmu
berbagi rasa tentang apa yang ku rasa
meski kini terlambat bagi ku tuk memilikimu
meski perlahan tak menentu
tak sempat ku katakan cinta
tak sempat ku katakan aku sayang kamu
tak sempat hati ini
terisi oleh seseorang yang benar-benarku cinta
tak dapat ku mengerti
tentang apa yang sekarang ku rasa
begitu bimbang
seakan hempaskan rasa perih yang mendalam
by : bambang herianto
Langganan:
Postingan (Atom)