Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta 12. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta 12. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Mei 2012

BILA PUISI SUDAH TAK ADA

Teman ...


Nyatanya kita tak pandai mengolah cinta ...


Hingga ... 'Tuk rendam gejolak ...


kurangkai kata-kata abstrak ...


Namun ... Haruskah terus begini ...




kita masih saling menahan diri ...


Lalu ... Bila tak ada lagi puisi ...


Tolong jawab yang satu ini ...


Masih pedulikah kau ...


Pada soal hati ? ...

Sabtu, 19 Februari 2011

Saat Kau Tak Ada

Bintang2 kian menghilang ditelan malam
Kesunyian telah berbalut dengan kehampaan
Bertaburan harapan walau hanya angan sesaat
Bagai arus melangkah tanpa kutahu arahnya
Bilakah aku lepas dari derita tak bertepi ini
Saat kau tak ada disini

Dedaunan berguguran dan berjatuhan ditaman
Ranting-rantaing bagai dawai tak bersenar
Debur ombak menghantam dan pecahkan karang
Lepaskanlah aku dari derita tak berakhir ini
Saat kau tak ada disisiku

Saat kau tak ada atau kau tak disini
Diriku terpenjara sepi dan hanya kunikmati sendiri
Sudah tak terhitung lagi waktu untuk melupakanmu
Namun aku tak pernah bisa…aku tak pernah

aku suka padamu

di pagi yang indah
saya duduk di depan rumah
melihat indahnya matahari pagi
yang meresap kedalam kulitku

dan dalam keheningan
ku terbayang wajah cantikmu
yang selalu menemani langkahku
dan membayangi setiap mimpiku

ku terpesona akan keanggunan mu
setiap tatapan matamu membuat hatiku kacau
senyuman mu membuat ku tersipu malu
dan pergi menjauh

di kejauhan ku melihatmu
dan mengagumimu kecantikan mu
namun ku tak punya keberanian
untuk mengungkapkan perasaan ini pada mu
bahwa aku suka padamu

Sabtu, 12 Februari 2011

DI hari yang indah ini


Dihari yang indah ini
saya tidak merasakan kehadiran mu disisiku
seperti hari hari sebelumnya
yang kita lalui tertawa, bercanda, dan menangis bersama

dari lubuk hati merasa rindu
untuk berada disampingmu
untuk bisa tersenyum bersamamu
melihat indahnya awan yang biru

senda gurau yang kita lalui itu
selalu terngiang di telingaku
dan berharap kisah itu
bisa kita ulang bersama waktu

akankah dirimu merasakan hari hari yang kelabu
dan merasakan seperti yang terjadi pada diriku
apakah dirimu masih bersedia menerima cinta ku
dan merasakan hari hari yang bahagia bersama dirimu
seperti yang kita dampakan dulu

Jumat, 11 Februari 2011

Tak Kuasa Tuk Bertanya.

Saat itu janjiku belum tertunaikan
Saat ini janji itu masih kau nantikan
Saat itu janjiku berhaluan kedustaan
Saat ini janji itu menjadi sebuah pertanyaan

Kini diplataran senja hujan membasahi bumi
Saat hati tak kuasa untuk bertanya
Saat cinta kembali harus diuji
Mengapa kita begini…?
Antara iya dan tidakmu…kah…?

Saat ini bisikan itu semakin nyata
Namun hati ini tak ingin tuk menerka
Walau bayangan itu selalu menghantuiku
Aku takkan percaya…

Namun…
Dipelataran senja ini aku inginkan jawaban
Tetapi aku tak kuasa tuk bertanya…

Mungkin…
Walau kan mengganggu ku
Semua kan ku pendam di dasar samudra
Melalu aliran hujan kearah pantai
Dan kutepiskan tanya itu lewat udara
Yang kau hirup…

Aku mencintaimu dan aku percaya padamu
Aku yakin ketulusanku adalah keikhlasanmu
Saat hujan ini telah reda…
Tanya itupun telah sirna…

SEBUAH SURAT

Pintu kamar ini telah tertutup
Jalan itu tinggal kerikil dan debu
Hujan yang datang tiba-tiba…
Kitalah yang terhempas di pantai
Dan mencatat atas nama pencarian cinta

Yang kita ketahui bagai pelayaran…
Akan kembali ke pelabuhan menuju jalan diri
Demikianlah aku akan menulis padamu…
Dari kamar ini yang sering menyaksikan pernyataan hidupku

Tetapi entah untuk ke berapa kali surat ini tertutup…
Dan diam…dengan keinsafan daun-daun luruh…
Menghentikan impian subuh

Selasa, 18 Januari 2011

Pergilah ( Aku Merelakan mu )

Disaat kamu mengatakan
Kalau kamu lebih memilih dia
jantung ku terasa sesak
seakan terasa terhenti

setelah aku mulai merelakan mu
namun kamu kembali padaku
mengatakan dirimu masih mengharapkan ku
sedangkan kamu sudah ada yang memiliki

ga mungkin kita bisa bersatu lagi
dan aku tidak mungkin bisa menerima mu lagi
biarkan aku melanjutkan
perjalanan hati ini untuk melupakan mu

karna semua yang sudah kamu tentukan
adalah yang terbaik untuk kita berdua
dan aku cuma bisa berharap
semoga kamu bahagia bersama dia

Kamis, 16 Desember 2010

Saat Kau Tak Ada

Bintang2 kian menghilang ditelan malam


Kesunyian telah berbalut dengan kehampaan

Bertaburan harapan walau hanya angan sesaat

Bagai arus melangkah tanpa kutahu arahnya

Bilakah aku lepas dari derita tak bertepi ini

Saat kau tak ada disini


Dedaunan berguguran dan berjatuhan ditaman

Ranting-rantaing bagai dawai tak bersenar

Debur ombak menghantam dan pecahkan karang

Lepaskanlah aku dari derita tak berakhir ini

Saat kau tak ada disisiku



Saat kau tak ada atau kau tak disini

Diriku terpenjara sepi dan hanya kunikmati sendiri

Sudah tak terhitung lagi waktu untuk melupakanmu

Namun aku tak pernah bisa…aku tak pernah bisa



Senin, 13 Desember 2010

You Life In My Heart

Hari demi hari aku lalui tanpa ada beban
Tanpa ada yang tahu yang tersimpan dalam pikiran ku ini
Dimana keresahan hati ini selalu menyelimutiku
Menemani hari hariku

Sering aku bertanya kepada diri ini
Apakah dirimu bahagia di sana
Apakah tuhan masih memberikan kita untuk berjumpa
Walau hanya untuk beberapa detik saja


Walaupun kamu sudah menjadi milik orang lain
Namun dalam hati ini masih selalu ingat akan dirimu
Terkadang terlintas untuk melupakan mu selamanya
Tapi hati ini tidak bisa melakukan nya

Walaupun kita tak mungkin bersatu lagi
Aku cuma bisa berharap kalau aku masih hidup di hatimu
Yang selalu menemani mu disaat kamu bahagia dan sedih
You life in my heart
Old Post ►
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Copyright 2012 PUISI CINTA TERINDAH: Puisi Cinta 12 Template by Bamz | Publish on Bamz Templates