Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta 10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta 10. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juni 2012

Kau Yang Ada Di Hatiku

Dari celah dinding kalbu
Dalam suatu pemisah
Antara kau dan aku
Kutatap seraut wajah manis
Yang kau lukis dengan goresan kanvas biru
Lahirkan senyum ranum
Yang terkadang kau tutup
Dengan kedua,Telapak tangan lentikmu
Pesonanya tetap mengalir
Lalui celah tangan halusmu
Aku ingin tetap bertahan
Lupakan segala yang kurasakan
Lalaikan segala gejolak yang ada
Tapi tak bisa!!
Tak ada yang terkikis
Semuanya menitis kharisma terlukis
Kenapa harus kenal dan temui sosokmu
Adakah kemungkinan kita menyatu
Bilakah hati kita berpadu ?
Sementar renta waktu
Menyadarkan aku
Bahwa tak ada lagi yang dapat
Menggantikan tempatmu dihatiku.

Selasa, 03 November 2009

Teringat Kembali

Setetes hujan membasahi tubuhku…
Yang membuatku ingat padamu kembali
Khayalkan kau yang tiada di sisiku lagi
Kau tempuh jalanmu tuk tinggalkan aku…
Dan kutempuh jalanku tuk menikmati kesendirianku ini
Di sela sela kesepianku…
Mengingatkan aku padamu lagi
T’lah kucoba tuk tepiskan semua bayangan tentangmu
T’lah kucoba tuk menghapus semua ingatanku tentangmu

Namun aku takkan pernah bisa…
Takkan pernah bisa melupakan dirimu yang t’lah pergi
Kuingin kau kembali menjadi milikku seperti sedia kala
Dan aku kan berjanji pada dirimu…
Takkan pernah tuk melukai hatimu lagi
Maafkanlah diriku...Karna aku mencintaimu

Maafkan Aku Kasih

Maafkan aku yang selalu menebarkan duri dihatimu
Sesungguhnya ku ingin membahagiakanmu
Dengan petikan-petikan melodiku…
Alunan nada-nada harmonisku, dan…
Suara-suara yang mengalun mengiringi lagu-laguku

Kuingin memberikan kedamaian dalam tidurmu
Dengan mimpi-mimpi indahku
Menemani keheningan malam memeluk erat jiwamu
Sesungguhnya setiap nada yang kumainkan dari gitarku…
Adalah sebentuk cinta suciku untukmu…
Sepenggal nafasku untuk kebahagiaanmu…
Seluruh ragaku untuk kebahagiaanmu…

Maafkan aku kasih...
Sesungguhnya cintaku padamu tidak akan pernah putus
Seperti nada yang mengalun dari gemericik air terjun…
Nada-nada yang indah dan romantis yang selalu mengilhamiku
Maafkan aku kasih...Maaf kan aku…

Kemana Kau Pergi

Kala hembusan nafasmu menusuk tulangku
Belaian indah matamu sejukkan hatiku
Saat telingaku haus akan suaramu
Kau sentuh hasratku melalui tatapanmu

Terpaku jiwaku saat memandangmu
Terbujur kaku tubuhku saat kau sentuh
Melayang terbayang jiwa entah kemana
Saat rasakan indahnya bersama dirimu

Lambaian jiwamu
Hantui setiap hembusan nafasku
Iringi setiap langkah langkahku
Dan memacu setiap semangatku

Jiwa terasa sesak tanpa hadirnya kau di sisiku
Jantung terasa pekat tanpa tatapanmu
Dimanakah kau berada…?

Saat jiwaku membutuhkanmu…
Kemanakah engkau pergi…?
Saat ragaku mencarimu…
Dimana engkau berada saat ini…?

Kasih Tak Berbalas

Sesungguhnya dimataku…
Engkau tampak begitu memukau…
Dan telah menawan hatiku
Kuingin memiliki dirimu seutuhnya
Menjadikan engkau kekasih dalam hidupku
Menjadikan cinta dalam setiap nafasku

Tetapi...
Di matamu aku bukan orang yang berarti
Aku hanya ingin kau tahu
Semakin dekatnya dirimu membuat gundah setiap rasaku
Ku ingin berlari tiada henti
Tak ingin terkejar perasaanku terhadapmu

Namun…
Saat kau tak di sisiku walau sedetik
Aku merasa kehilangan bagian dalam diriku
Terasa hampa perasaan yang harus kuhadapi
Terlalu getir namun tak dapat kau mengerti

Aku runtuh saat mulai menatapmu
Engkau begitu menawan di mata ini, dan…
Engkau begitu indah dalam setiap pandanganku…

Kau hanya menganggap ku bukan apa-apa
Tanpa kau sadari aku telah jatuh cinta kepadamu…
Tanpa kau ketahui, aku telah tergoda tuk menjadi kekasihmu…
Ku ingin kau mengerti bahwa aku sangat mencintai dirimu…
Menyayangi dirimu...dan mendambakan dirimu...


Biarkan Aku Pergi

Menjunjungmu dalam anganku
Mempersilakanmu dalam hatiku
Membiarkanmu menjadi impianku
Menerbangkanku dalam hayalanku

Aku terbuai asmara darimu
Terimpikan kau menjadi keabadian cintaku
Memelas dan merintih coba tuk kutahan
Tertusuk rasa sakit yang dalam oleh dirimu

Apakah engkau paham dengan malam…
Mengecam jiwa terancam…
Menjahit pahitnya sakit yang menjerit…

Ku harus lari…lari dari dirimu…
Biarkanku pergi…tinggalkan sesak tanpa dirimu…
Kaki harus melangkah jauh tak terarah…
Meski harus redam amarah…
Ku harus jauh tanpa dirimu lagi
Old Post ►
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Copyright 2012 PUISI CINTA TERINDAH: Puisi Cinta 10 Template by Bamz | Publish on Bamz Templates